Kunjungi:

Rabu, 29 Oktober 2014

Hitomi Harada - Busur Hitam [Schwarzer Bogen]


tooku omou mono wa
mune ni atsui kioko yo
fui no kurai kizashi
furiharau you ni 

Mereka yang angankan kalau tempat nun jauh di sana
mengemban ingatan yang membara di hatinya, 
Seolah-olah kesampingkan pertanda gelap
yang menyerang tanpa peringatan. 

yubisaki eto minagiru chikara o shinarasenagara
ano mato o nerai ko o egake

Menundukkan kekuatan yang terbangun di ujung jemariku, 
Kukan incar sasaran itu, 'gambarkan sebuah busur... 

kagiri naku yuke yo
tada tachimukaeba ii
kachime nakutomo kutsugaeseru sa
kono ya wa hazusanai

Mari kita lanjutkan sampai akhirnya,
kita cuma perlu menuju ke situ. 
Meski kita tak punyai kesempatan berjuang,
kuyakin kita bisa 'balikkan keadaannya. 
Panahku tiada 'kan meleset! 

takanaru kaze yo kuroki yumi yo
unmei saemo ute

Oh, angin mengencang! Oh, busur hitam! 
Tembuslah semuanya, termasuk takdir pun jua!

senka no akai iro wa
nani o omoi yurameku?
jidai koete todoku
densetsu no imi ka

Aku ingin tahu, perasaan apakah,
yang sebabkan warna merah tua pada api perang yang berayun-ayun ntuh.
Mungkinkah itulah kebenaran di balik bejibun legenda,
Yang bertahan selama berabad-abad lamanya?

yume de itsuka hibiita owari no nai kachidoki yo
nagareru hoshi sae uchiotose

Oh, isakan kemenangan tanpa henti yang seringkali bergema dalam mimpiku.
Tembaklah jatuh sang bintang jatuh sekalipun!

kagiri naku yuke yo
tada tsukisusumeba ii
teki nado subete kechirasu made
kono ya to tomo ni
yabane o narase ryuusenkei yo
unmei saemo ute
Mari kita lanjutkan sampai akhirnya.
Kita cuma perlu terus menempa diri,
Sampai kita tendang mundur semua musuh,
Dengan busur di sisi kita ini.
Oh, sang arah aliran! Biarkan bulu panah ini meraung,
Menembus ke semuanya, termasuk pula sang nasib!

kakegaenai chi to kakegaenai hito o
inochigake demo mamoru made sa
kono ya wa hazurenai
unari o age yo hayaru yumi yo
inori mune ni yuke
fukaki sono ishi yo hokoritakaki yumi yo
unmei saemo ute

Sebuah negeri yang tiada pengganti dan orang-orang yang tiada pengganti pula.
Meski pertaruhkan hidup, kita cuma bisa melindungi mereka.
Panah ini takkan pernah meleset.
Oh, panah yang melesat! Menjeritlah!
Panjatkan doa dalam hati!
Oh, harapan nun dalam! Oh, busur nan sombong!
Tembuslah ke semuanya, termasuk sang nasib!

Unduh Liat

Sumbangan

0 komentar:

Posting Komentar